Senin, 27 November 2017

Abdiku Untukmu, Ibu

Abdiku Untukmu, Ibu Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Aku terbangun di pagi itu dengan penuh kedamaian. Ku dengar kicau burung dan mentari menambah hangat sambutan pagi. Aku Silvia, umurku 17 tahun sekarang. Ibuku seorang single parent. Ya, ayahku sudah di panggil yang maha kuasa ketika umurku masih 4 tahun. Segera aku bangun dan menuju ke kamar mandi, setelah itu memakai baju seragam, dan keluar dari kamarku. Aku menengok ibu yang sedang menyiapkan dagangannya.
“Nak, sarapan dulu. Tuh makanannya udah Ibu siapin di atas meja,” kata Ibu.
“Iya, makasih ya bu,” jawabku sambil tersenyum.

Seselesainya aku sarapan, ku pakai sepatuku, kemudian pamit pada ibu.
“Bu, Silvi pergi dulu ya. Assalamu’alaikum,” aku pamit pada Ibu sambil mencium tangannya.
“Wa’alaikumsalam. Hati-hati di jalan ya nak,” kata Ibu. Kalimat itu selalu Ibu ucapkan sebelum aku pergi sekolah.

Hari itu aku tidak merasakan hal yang aneh. Semua sama seperti biasanya. Namun hal yang mengejutkan terjadi ketika aku pulang sekolah. Ibuku tidak ada di rumah, tetanggaku bilang beliau di bawa ke rumah sakit. Aku tertegun menganga tidak percaya. Beribu pertanyaan muncul di pikiranku. Tanpa berpikir panjang, aku langsung meluncur ke rumah sakit tempat Ibu dilarikan. Setelah lama menunggu hasil pemeriksaan, ternyata dokter memvonis Ibuku terkena penyakit kanker otak stadium tiga.
“Ya A
... baca selengkapnya di Abdiku Untukmu, Ibu Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Minggu, 05 November 2017

Golf dan Kisah Hidup Kita

Golf dan Kisah Hidup Kita Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Saat sedang mempersiapkan untuk melakukan tee shot di lobang ke 10 dengan par 4.

?Duh! Udah main seharian dan hanya terus-terusan par.?

Anda mengayun stick golf Anda, bola terbang ke sebelah kiri, agak sedikit di jalur yang Anda inginkan tetapi akhirnya melebar terlalu jauh. Sialnya, bolanya memantul ke arah rough.

?Seharusnya sekarang saya pukul 100-yard ke arah green, kalau tidak saya harus berjuang lebih berat lagi untuk par di lubang ini.?

Anda memukul dengan skill kelas dunia, seperti Tiger Woods. Bola itu terbang dengan indahnya namun hanya melewati green dan jatuh di belakang green.

Wow! Meski bola telah memantul dengan buruk ke arah rough dan pukulan yang sangat baik keluar dari rough, Anda masih harus berjuang memukul bola menuju lubang di luar green dengan jarak sekitar 40 feet. Anda menghela nafas panjang, menenangkan diri Anda barang semenit dan memukul bola dengan lembut menuju lubang.

?Wow! Bolanya meluncur mulus dengan kecepatan yang cukup. Seharusnya masuk nih.?

Bola meluncur menuju lubang tetapi hanya memutar lubang dan melenceng kurang lebih 4 feet ke kiri.

?Aduh!!! Nyaris!?

? Gila! Tee shot sejauh 300 yard, pantulan yang buruk ke rough, pukulan mantap menuju lubang tapi melenceng sedikit sejauh 40 yard dan melakukan putt terbaik yang saya bisa ternyat
... baca selengkapnya di Golf dan Kisah Hidup Kita Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Sabtu, 28 Oktober 2017

Wiro Sableng #31 : Pangeran Matahari Dari Puncak Merapi

Wiro Sableng #31 : Pangeran Matahari Dari Puncak Merapi Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1WIRO SABLENG

Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212

Karya: Bastian Tito

Episode : PANGERAN MATAHARI DARI PUNCAK MERAPI

SATU

Hari mulai gelap. Orang tua penggembala itu melangkah bergegas sambil melecuti punggung enam ekor sapi agar binatang-binatang itu berjalan lebih cepat. Saat itulah di kejauhan tiba-tiba telinganya menangkap suara bergemuruh seolah-olah ada yang menggelegar tertahan dalam perut bumi. Tanah yang dipijaknya terasa bergoyang seperti dilanda lindu. Enam ekor sapi melenguh tiada henti lalu lari hingar bingar seperti dikejar setan.

"Eh, ada apa ini? Akan kiamatkah bumi ini?" penggembala tua terheran-heran tapi juga cemas.

Baru saja dia bertanya begitu mendadak langit di timur laut memancar cahaya merah. Suara gemuruh makin keras dan goncangan tanah tambah kencang.

Memandang ke jurusan timur orang tua itu kembali melihat nyala terang menyambar laksana hendak menembus langit gelap di atasnya. Lalu ada benda-benda bulat mencelat ke udara seperti bola-bola api.

"Gunung meletus! Gusti Allah! Merapi meletus!" penggembala tu
... baca selengkapnya di Wiro Sableng #31 : Pangeran Matahari Dari Puncak Merapi Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Senin, 16 Oktober 2017

Say No To Drugs

Say No To Drugs Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Di tahun 2013 ini, ternyata masih ada saja, pengedar nark*ba, pecandu nark*ba, dan sebagainya. Sebenarnya apa sih yang dipikirkan oleh pelaku tersebut, apa mereka tidak takut dosa? bahkan apa mereka tidak takut TUHAN? waduh, gawat nih bila mereka tidak takut TUHAN, itu namanya tidak menghargai TUHAN. itulah yang dilakukan oleh fahrel syahputra, sampai akhirnya dia masuk jeruji besi alias penjara, dan di situlah fahrel syahputra tobat.

Sebenarnya sih asal muasal fahrel menjadi pecandu, akibat kelalaian orangtua dan kurang mendapat perhatian dari orangtua. Orangtua fahrel sangat sibuk dengan masalah bisnisnya masing-masing, akibatnya, ya begitulah fahrel kesal dengan orangtuanya dan akhirnya dia memutuskan untuk memakai obat-obatan alias nark*ba. Awalnya sih fahrel dan teman-temannya hanya coba-coba saja, setelah beberapa kali memakai nark*ba, akhirnya mereka bergantung pada barang haram tersebut.

Mau tau kelanjutan ceritanya, yuk.. disimak…

“fahrel… fahrel…” panggil mama dari luar rumah.
“iya.. ma” sahut farel menuju luar rumah dengan malas
“mama sama papa pergi dulu ke munchen, jerman ya, fahrel mau oleh-oleh apa?” Tanya mama.
... baca selengkapnya di Say No To Drugs Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Rabu, 27 Agustus 2014

Kesalahan secara Positif



Kesalahan Secara Positif

Suatu hari ketika Mahatma Gandhi sedang berpuasa di India, ada seseorang menghampiri beliau dan berkata, “Saya pasti akan masuk neraka dan tak seorang pun dapat menyelamatkan saya. Tapi saya masih ingin mempersembahkan makanan untuk Anda karena Anda berpuasa untuk kami. Saya tidak ingin Anda meninggal karena kelaparan dan menambah daftar kesalahan saya ketika saya masuk neraka.”
Orang itu menawarkan Gandhi sepotong roti dan memohon kepada Beliau untuk memakannya, sambil berkata, “Mohon Anda memakan roti ini, saya tidak akan siap untuk masuk neraka sampai Anda memakan roti ini.”
Gandhi bertanya kepada orang tersebut, mengapa dia berpikir dia akan masuk neraka. Orang itu menjawab, anaknya telah dibunuh dalam suatu pertikaian. Jadi, sebagai balasan, dia telah membunuh anak musuhnya tersebut dengan kejam, tapi sesudahnya dia merasa sangat menyesal.

Gandhi lalu berkata, “Saya tahu satu cara untuk selamat dari api neraka. Carilah seorang anak lain yang sudah tidak memiliki orang tua atau anak lainnya yang tanpa orang tua, bawalah anak itu ke rumah, pelihara dan didiklah dia sehingga menjadi seorang yang bijaksana. Maka Anda tidak akan masuk neraka.”
Saya pikir cara yang disarankan Gandhi tidak secara langsung dapat menghapus karma orang itu, kita juga tidak tahu apakah metode tersebut bisa menyelamatkan orang itu dari neraka. Paling tidak rasa bersalahnya mungkin akan terhapus selama sisa hidupnya. Juga dia mungkin mengalami jalinan kebahagiaan antara anak dengan ayah ketika membesarkan anak tersebut Dengan mengadopsi seorang anak yatim piatu, maka akan membuatnya percaya diri dan puas; hal ini merupakan obat untuk mengurangi rasa bersalahnya.
Jika orang itu terus menerus mengeluhkan rasa bersalahnya, hal ini tidak akan menolongnya sama sekali. Siapa yang dapat menolongnya ? Kita akan menyalahkan diri kita setiap hari, kita tidak dapat menghapus rasa bersalah dalam hati ketika kita tahu kita telah melakukan sesuatu yang buruk, kecuali kita mengalami suatu kegembiraan yang dapat mengurangi rasa bersalah yang terdahulu, dan menguranginya seolah tidak pernah terjadi.
Ketika kita tenggelam dalam kegelapan, kita tidak dapat berkomunikasi dengan orang lain; kita menjadi acuh-tak-acuh dengan apa yang dikatakan orang. Bahkan ketika mereka menceritakan sesuatu yang lucu, paling-paling kita hanya tersenyum kemudian mengubur kembali diri kita dalam perasaan negatif, tidak mampu membuat diri kita bahagia; karena kesenangan itu tidak ada hubungannya dengan rasa bersalah kita.
Penyesalan yang sesungguhnya ialah mengajar diri sendiri, membantu diri sendiri, mendukung diri sendiri dan mengingatkan diri sendiri untuk melakukan yang lebih baik di masa yang akan datang. Kita harus mencatat hal-hal yang kita ketahui baik untuk diri sendiri dan orang lain, dan melakukannya sebaik mungkin. Sementara itu, kita harus mengubah kebiasaan buruk kita satu per satu hingga tidak ada yang tersisa.
Jadi, kita perlu untuk memperhatikan kedua aspek itu daripada berkutat dengan perasaan bersalah setiap hari dan tinggal dalam kegelapan tanpa mencoba suatu solusi yang positif. Itu tidak baik dan tidak berguna bagi kita. Kita harus mencari jalan keluar, dan ketika kita melakukan perbuatan baik, kita akan merasa nyaman, termotivasi dan secara pelahan-lahan melupakan dosa-dosa kita.
Dengan cara ini kebiasaan buruk kita akan berubah secara alami dan kita akan memaafkan diri sendiri..
Kita mendengar bahwa pelaku kejahatan masuk neraka untuk belajar dan menebus kesalahan mereka. Tapi ada cara yang lebih baik, cara yang lebih positif. Misalnya, jika di masa lalu kita mencuri uang, sekarang tidak hanya kita berhenti mencuri, tetapi kita juga harus memberi; kita harus beramal dan membantu orang yang butuh bantuan.
Kita jangan hanya pasif dan negatif, sebaliknya, kita harus aktif dan positif! Jika kita hanya berhenti melakukan perbuatan negatif, masih sangat pasif. Kita harus melakukan perbuatan baik untuk memperbaiki kesalahan yang terdahulu. Tindakan yang aktif dan positif, dan hal itu dapat menghapus dosa kita..